HADAPI LEBARAN TOPAT, BASARNAS MATARAM TERJUNKAN 89 PERSONIL


Jumat (22/06), sebanyak 89 personil diterjunkan oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Mataram untuk melaksanakan pengamanan Lebaran Topat. Adapun peralatan yang dikerahkan antara lain Kapal Rescue Boat 220 Mataram, Rubber Boat, Rigit Inflatable Boat (RIB), Jet ski, peralatan komunikasi, kendaraan operasional dan peralatan air lainnya.

_DSC6025.JPG

Personil beserta peralatan ditempatkan dibeberapa titik sepanjang pantai Cemara hingga Kerandangan, baik di darat maupun di perairan. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Mataram, I Nyoman Sidakarya, S.H usai menghadiri acara pembukaan Lebaran Topat di pantai Loang Baloq menjelaskan, penempatan tim rescue lengkap dengan peralatannya difokuskan di pantai Cemara, Induk, Tanjung Karang, Pura Segara, Batu Layar, Senggigi dan Kerandangan, mengingat tempat-tempat tersebut sering banyak dikunjungi masyarakat saat Lebaran Topat. Selain itu, tim rescue juga ditempatkan di pantai Sedayu Lombok Utara, Pantai Kuta Lombok Tengah, Gili Kondo dan Gili Lampu Lombok Timur, karena warga lombok tidak hanya di sepanjang pantai Cemara hingga Kerandangan dalam merayakan momen ini.

2.jpg

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan, Kepala Sub Seksi Operasi dan Siaga, Kepala Sub Seksi Sumber Daya ikut terjun ke lokasi kegiatan untuk memantau dan memberikan arahan secara langsung kepada tim rescue selama melaksanakan pengamanan. Banyak instansi/unsur yang terlibat dalam melakukan pengamanan, antara lain dari Kepolisian, TNI, Kesehatan, BPBD dan lain sebagainya. Nyoman meminta kepada seluruh tim yang terlibat dapat berkoordinasi dengan seluruh tim baik internal maupun instansi/pihak terkait. Ia juga memerintahkan kepada seluruh tim yang terlibat di lapangan agar pro-aktif melakukan sosialiasi kepada pengunjung tentang keselamatan baik untuk diri sendiri maupun untuk yang lainnya.

1.jpg

Lebaran Topat (ketupat) adalah sebuah tradisi yang dilaksanakan/dirayakan masyarakat Sasak di Lombok seminggu setelah hari raya Idul Fitri dengan nilai-nilai adat, budaya dan ibadah yang sangat kental. “Dalam perayaannya, masyarakat berkunjung ke sejumlah objek wisata terutama di pinggir pantai bersama keluarga. Mereka tidak hanya sekedar duduk-duduk di pinggir pantai, melaikan juga mandi dan berenang di laut. Jadi berbagai kemungkinan harus kita antisipasi, agar masyarakat bisa bersuka cita merayakan Lebarat Topat”, ujarnya. (ln/hms mtr).

_DSC6069.JPG



Kategori General Artikel , General Berita .
Pengunggah : gunk
23 June 11:38 WIB