PENGERAHAN RESCUE BOAT 220 MATARAM DALAM PENCARIAN NELAYAN HILANG DI PERAIRAN LABUHAN POH


WhatsApp Image 2018-11-13 at 8.28.47 AM.jpeg LOMBOK BARAT – Senin (12/11) pagi, tim SAR gabungan kembali melanjutkan usaha pencariannya terhadap seorang nelayan yang jatuh dari sampannya saat mancing ikan di sekitar perairan Labuhan Poh Lombok Barat. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Mataram I Nyoman Sidakarya menerangkan, memasuki hari ke-3, bertolak dari pelabuhan Lembar, kapal Rescue Boat 220 Mataram dikerahkan untuk melakukan pencarian di lokasi kejadian dan wilayah sekitarnya. Personil yang terlibat juga ditambah jumlahnya dengan tetap menggunakan rubber boat seperti yang telah dilakukan sebelumnya. Disamping itu, beberapa speed boat dari Kepolisian, Dive Zone dan perahu milik nelayan setempat ikut terlibat membantu dalam proses pencarian.

WhatsApp Image 2018-11-13 at 8.28.46 AM.jpeg

I Nyoman Sidakarya saat on board di kapal Rescue Boat 220 Mataram mengatakan"Hari ini, penyelaman tidak bisa dilakukan seperti hari sebelumnya mengingat cuaca dan arus bawah laut yang sangat tidak mendukung, sehingga pencarian dilaksanakan dari atas permukaan laut dan penyisiran di bibir pantai Labuhan Poh. Kemarin sore, 4 penyelam yang ikut terlibat pencarian tidak kunjung kembali hingga malam hari. Setelah dilakukan pencarian sejak kemarin sore oleh tim SAR gabungan hingga pemapelan ke kapal-kapal yang melintas, mereka baru berhasil ditemukan oleh nelayan jam 9 pagi tadi dalam keadaan selamat dan dievakuasi ke Mekaki yang selanjutnya dibawa menuju Puskesmas Pelangan untuk mendapat perawatan lebih lanjut".

WhatsApp Image 2018-11-13 at 8.28.46 AM (1).jpeg

Adapun identitas 4 penyelam dari pihak Dive Zone ini yaitu atas nama Munawir (27), Bagio (30), Ipan (25) dan Harman (40).

Hingga jam 6 sore, tim SAR gabungan belum berhasil menemukan korban. Pencarian dihentikan sementara dan akan kembali dilanjutkan esok hari.

Pencarian terhadap korban atas nama Deni Alkarim (27) yang merupakan warga Labuhan Poh telah dilakukan sejak hari Sabtu (10/11) kemarin setelah menerima laporan dari bapak Saefudin dengan menggunakan 2 unit rubber boat. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Mataram terjun langsung ke lokasi untuk memimpin dan memberikan arahan kepada personilnya dalam melaksanakan kegiatannya serta berkoordinasi dengan pihak keluarga dan potensi/unsur terkait. (ln/hms mtr)



Kategori Berita Kansar , Kecelakaan Pelayaran , General Artikel , General Berita , Kondisi Yang Membahayakan Jiwa Manusia .
Pengunggah : Febrilina
13 November 8:30 WIB