SELURUH ABK KAPAL NELAYAN YANG TERBAKAR BERHASIL DISELAMATKAN


25158392_1911378012237975_2809217945587765636_n.jpg

LOMBOK UTARA—Tim SAR gabungan yang terdiri dari tim rescue kantor Pencarian dan Pertolongan Mataram, ABK Rescue Boat 220 Mataram, Srop Lembar, Ksop Lembar dan Lanal Mataram berhasil mengevakuasi seluruh ABK kapal nelayan yang terbakar di perairan utara Gili Trawangan pada hari Minggu (10/12) pukul 22.49 wita dalam keadaan selamat. ABK kapal naas tersebut berjumlah 16 orang atas nama Sutirman,Tarudi,M Riski,Cipto Nogoko, Adi Wijaya, Duanto Erman, Juendi, Mudrika, Diman, Tamji, Mukidin, Fransiskus, Warsono, Hasanudin, Rasidi dan Rahmat, dimana semuanya merupakan Warga Desa Karang Song Kecamatan Indramayu.

Seluruh ABK dibawa dari lokasi kejadian menuju pelabuhan Lembar menggunakan kapal Rescue Boat 220 Mataram milik Kantor Pencarian dan Pertolongan Mataram dan selanjutnya diserahkan ke pihak kepolisian (KPPP) dan Pelni pada senin (11/12) pukul 03.30 wita.

25158391_1911378075571302_7504959369652959021_n.jpg

Sebelumnya, Minggu (10/12) pukul 19.15 wita kantor Pencarian dan Pertolongan Mataram menerima laporan dari Hanas, kapten kapal kargo bahwa ada sebuah kapal nelayan terbakar di perairan utara Gili Trawangan dengan titik koordinat 080 06’ 00’’E-1160 02’ 104’’S. Menindak lanjuti laporan tersebut, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Mataram, I Nyoman Sidakarya,S.H memerintahkan tim rescue dan ABK Rescue Boat 220 Mataram bergerak dari pelabuhan Lembar menuju lokasi kejadian untuk memberikan pertolongan lebih lanjut. Sementara, kapal jenis kargo dengan nama MV Leto berbendera Brazil yang bertolak dari Australia menuju China mengevakuasi terlebih dahulu ABK kapal nelayan tersebut.

25158324_1911378255571284_5514287669084923356_n.jpg

I Nyoman Sidakarya mengatakan, “Pada Pukul 16.15 wita kapal nelayan dengan nama KM Putra bahari pratama 212 yang di nahkodai oleh Sartiman mengeluarkan api dari cerobong kapal dan membakar bagian atap yang terbuat dari kayu dengan lapisan fiber.Para ABK sempat berusaha memadamkan api namun tidak berhasil diatasi dan bahkan api makin membesar, sehingga para ABK meninggalkan kapal pada pukul 18.00 wita. Sekitar 30 menit kemudian ditolong oleh kapal kargo MV. Leto yang sedang melintas di sekitar lokasi kejadian. Kapten kapal kargo menghubungi kami via telepon menyampaikan informasi kecelakaan pelayaran tersebut untuk meminta bantuan evakuasi”, imbuhnya. (ln/hms mtr).



Kategori Kecelakaan Pelayaran , General Artikel .
Pengunggah : mataram